Wisata Kuliner Jogja

Wisata Kuliner Jogja

Home » Cafe

Makan Mee

Makan Mee Jogja

Setelah cukup lama tidak melintasi di area Sagan, Jogja, sore itu selepas saya menjalani beberapa rapat yang membuat harisaya terasa berat, saya memutuskan sedikit berkeliling Sagan. Area ini, untuk saya area yang cukup menenangkan dan nostalgis karena jaman saya masih SMA, saya kerap memarkir motor di sebuah rumah, dan berjalan kaki di area ini hanya untuk menghabiskan sore yang indah.

Area ini tentu saja sudah berubah banyak. Masih rimbun namun bangunan-bangunan sudah berubah menjadi kafe atau resto. Bukan hal yang saya sayangkan, toh memang dari dulu area ini cenderung tertutup. Meski kali ini saya memutarinya menggunakan motor namun saya bisa melihat jika trotoar di area ini masih menyenangkan untuk berjalan kaki. Sayang sekali, hari gerimis dan saya terlalu Lelah untuk berjalan kaki. Perlahan saya menyadari jika saya merasa perlu mampir sejenak untuk menghilangkan rasa Lelah dan lapar sebelum menginjakkan kaki di rumah. Dengan melirik kanan-kiri, saya pun mencoba mencari tempat yang saya inginkan. Sebuah gerai bernama Makan Mee akhirnya menjadi pilihan saya sore itu.

Gerai ini terlihat terlalu cantik untuk sebuah gerai mie dimana di dalamnya terdiridari area lesehan yang dilengkapi dengan bean bag warna-warni, tempat duduk yang minimalis, serta ruangan yang ber-ACMemang, beberapa tahun belakangan, banyak gerai-gerai mie sederhana yang memilih bentuk penampilan yang kekinian untuk menggaet pengunjung anak muda, dan tentunya agar dapat dijadikan jujugan untuk nongkrong. Makan Mee adalah gerai semacam itu, dan hal tersebut terlihat dari menu-menu pesanan saya, yaitu Indomie Rebus Srundeng Paru, Roti bakar Ovomaltine, Bakso Bakar, dan Mie Tek-Tek. Menu-menu ini adalah menu yang akrab saya temui di Warmindo ketimbang di sebuah kafe. Hal yang membuat menu-menu ini berbeda adalah topping-nya, seperti yang saya rasakan pada menu Indomie Rebus Srundeng Paru. Rasa mie-nya sih seperti mie pada umumnya namun kehadiran srundeng parunya yang manis-gurih ini menghadirkan rasa yang unik dan berbeda. Sama halnya dengan roti bakar ovomaltine, yang menurut saya ovomatine-nya, yang kebetulan memang harga dasarnya cukup mahal, yang membuat menu ini berbeda dari roti bakar-roti bakar pada umumnya. Bakso bakarnya terbilang cukup lezat karena rasa manis-pedas bumbu kecapnya, dan aroma terbakar yang membuatnya terasa menggugah selera. Mie tek-tek, atau yang sebenarnya adalah inovasi Indomie ala abang-abang penjaja burjo ini hadir dengan rasa yang sederhana dan akrab.

Seperti yang sudah saya sebutkan, kelebihan dari gerai ini memang pada setting ruangnya yang memang nyaman. Sedangkan untuk menu, secara rasa terbilang standar karena memang menu-menu yang ditawarkan hanya menu-menu warung burjo yang naik kelas. Meski begitu, secara rasa sejujurnya justru begitu akrab di lidah khususnya bagi orang-orang yang kerap ke burjo seperti saya.

 

Makan Mee

Jl Sagan Timur, Jogja

10.00 – 21.00 WIB

Buat toko online cuma 20 detik! Hanya Rp 99ribu/bulan. Coba sekarang GRATIS 15 hari. Kunjungi Jejualan Jasa Pembuatan Toko Online.

Makan Mee

(Dito/DISKON.com)


Lokasi:

Nama Resto : Makan Mee

Alamat :Jl Sagan Timur, Jogja



Harga Per Porsi makan dan minum : Rp 25.000,-

Jam Operasional : 10.00 – 21.00 WIB

Rating :

Latitude: Longitude:

Tags : Kuliner, Jogja, Mie, Roti Bakar, Bakso Bakar


Komentari kuliner ini


© 2013 MakanJogja.com | Wisata Kuliner Jogja | Kontak Tim Makanjogja | hosted by IDwebhost Page loaded in 0.0267 second.