Wisata Kuliner Jogja

Wisata Kuliner Jogja

Home » Cafe

Cerita-Cerita dalam Sebuah Gerai Kopi: Fine Coffee

Cerita-Cerita dalam Sebuah Gerai Kopi: Fine Coffee Jogja

Rumah adalah topik keseharian. Keberadaannya diterima begitu saja, tanpa dipertanyakan. Ia tak hadir sebagai wujud benda namun ada perasaan-perasaan, dan hal-hal lain yang tak mewujud. Ini kali kedua seorang teman mengajak saya untuk membicarakan keberadaan rumah. Bukan sebagai bangunan namun hal-hal yang tak tampak namun dapat dirasakan.

Ia memulai ceritanya dari gesekan-gesekan yang terjadi di dalam rumahnya. Penghuni di dalamnya, yang mau tak mau memiliki kebutuhannya masing-masing bergesekan. Masalah memercik dari gesekan-gesekan kecil namun berulang tersebut. Gerak-geriknya di dalam rumah mendadak menjadi janggal. Ibarat sebuah permainan musik nada-nadanya sumbang dan tak berirama. Ia hanya menjadi ketidak-teraturan. Ia pun mulai mencoba menyesuaikan satu-dua hal, yang setidaknya membawa ia pada irama. Meski perlahan, ia menjelaskan upaya-upaya yang dilakukannya. Untuknya, hal-hal yang dulu terasa sederhana pun kini perlu dipikirkan dan dipertimbangkan.

Tak lama kemudian, seorang teman datang. Ia datang terlambat namun dengan cepat ia mengikuti alur cerita. Ia pun mencoba masuk ke dalam arus pembicaraan dengan memasukkan cerita tentang dirinya dan bagaimana ia mengelola rumahnya selepas kepergian kedua orang tuanya. Alih-alih membicarakan gerak-gerik di dalam rumah, ia membicarakan persoalan pembagian waktu yang ia bagi bersama adiknya. Sesuatu yang awalnya terasa mudah sebelumnya namun menjadi rumit saat ini. Ia bercerita tentang bagaimana ia melompat dari satu aktivitas ke aktivitas lainnya namun semua pusarannya ada di rumah. Ia bisa saja jauh dari rumah namun semua berpusat di rumah. Begitu pula adiknya. Waktu menjadi sesuatu yang dilemparkan dari satu orang ke orang yang lainnya, yang jika kehilangan irama, ia akan jatuh dan berserak. Semua hal pun harus dimulai lagi dari awal. Empat orang menjadi dua orang, wajar saja jika irama pun bertambah cepat.

Malam itu saya mencoba menjadi pendengar yang baik. Saya berkomentar seperlunya, dan tentu saja komentar saya hanya berupa penegasan yang sebenarnya telah mereka ketahui. Di dalam kepala saya, semua cerita tentang rumah saya pribadi pun seolah diputar, bersamaan dengan lalu-lalang cerita mereka. Ah, tampaknya rumah sedang menjadi pikiran kami yang berusia 30-an batin saya ketika pembicaraan kami terhenti oleh waktu, 15 menit tepat sebelum tengah malam tiba.

*Pembicaraan ini kami lakukan ketika kami dalam perjalanan menuju Kaliurang, Jogja, di sebuah gerai kopi bernama Fine Coffee. Gerai kopi yang lapang, sepi, dan ditemani segelas Ice Latte, dan nasi ayam di dalam sebuah kotak makan. Selain obrolan kami, hanya terdengar lalu-lalang kendaraan yang sangat identik dengan ruas jalan Kaliurang tersebut.

Buat toko online cuma 20 detik! Hanya Rp 99ribu/bulan. Coba sekarang GRATIS 15 hari. Kunjungi Jejualan Jasa Pembuatan Toko Online.

Cerita-Cerita dalam Sebuah Gerai Kopi: Fine Coffee

(Dito/DISKON.com)


Lokasi:

Nama Resto : Fine Coffee

Alamat :Jl. Kaliurang KM. 11.5, Jogja

Harga Per Porsi makan dan minum : Rp 20.000,-

Jam Operasional : 13.00 – 23.00 WIB

Rating :

Latitude: Longitude:

Tags : Kuliner, Jogja, Kopi, Coffee, Nongkrong


Komentari kuliner ini


© 2013 MakanJogja.com | Wisata Kuliner Jogja | Kontak Tim Makanjogja | hosted by IDwebhost Page loaded in 0.1361 second.